Perizinan Ruwet dan Berbelit, Calon Investor Tinggalkan Tulang Bawang

Perizinan Ruwet dan Berbelit, Calon Investor Tinggalkan Tulang Bawang

TULANG BAWANG – Salah satu pengusaha calon investor Pemodal Asing (PMA) asal negara China gagal dan balik kanan, berlari teratur meninggalkan Kabupaten Tulangbawang dan beralih menanamkan investasinya ke Kabupaten Mesuji.

Penyebabnya adalah, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang dinilai tidak memberikan kemudahan dalam pengurusan perizinan sesuai aturan dan regulasi. Selain itu, biaya untuk mengurus perizinan mahal dan menguras kantong.

Ya, perizinan yang sulit dan berbelit-belit adalah salah satu penyebab utama investor “kabur” atau batal menanamkan modal di Tulangbawang, mengakibatkan potensi kerugian investasi ratusan juta bahkan milyaran rupiah akibat birokrasi yang rumit, regulasi tumpang tindih, dan kurangnya kepastian hukum serta koordinasi atas – bawah. Perlu perbaikan secara mendasar, termasuk deregulasi dan reformasi birokrasi, dan dampak buruk bagi iklim investasi daerah.

“Kemarin ada salah satu calon investor dari China gagal dan balik kanan. Dia akan membangun usaha pabrik kayu tapi batal dan pindah ke Kabupaten Mesuji. Biaya pembuatan perizinan di Tulangbawang sangat mahal dan ribet,”terang salah satu utusan calon investor, yang meminta namanya dirahasiakan.

Bahkan, kata dia, ada satu investor pabrik pengolahan kayu di Kampung Tritunggal Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulangbawang, menutup pabrik pengolahan kayu yang telah dibangun. Bangunan dan mesin alat pengolahan kayu ditinggalkan begitu saja karena kesulitan dalam mengurus perizinan.

“Ada satu pabrik kayu di Tritunggal Jaya di tutup dan ditinggalkan. Investor pulang ke negaranya karena kesulitan mengurus perizinan. Ini adalah cerita fakta yang berdampak buruk terhadap dunia investor,”terangnya panjang. (*)

 

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *