Setelah Ketahuan Nyolong Volume, Proyek Rekontruksi Jalan di Moris Jaya Mandek, LPPD Bereaksi ?

Setelah Ketahuan Nyolong Volume, Proyek Rekontruksi Jalan di Moris Jaya Mandek, LPPD Bereaksi ?

Setelah Ketahuan Nyolong Volume, Proyek Rekontruksi Jalan di Moris Jaya Mandek, LPPD Bereaksi ?

TULANG BAWANG – Sudah hampir delapan (8) hari mandek. Proyek rekontruksi jalan sepanjang 3,5 kilo meter anggaran Rp8.449.651.788.93 di Kampung Moris Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulangbawang, hingga tadi sore progresnya belum dilanjutkan kembali oleh pihak pelaksana, VC. Berdikari Reksa Mandiri.

Berdasarkan dari berbagai sumber dilapangan, diketahui bahwa, setelah pihak rekanan diduga ketahuan nyolong volume ketebalan hamparan batu Base A, oleh Komisi III DPRD Tulangbawang, sampai tadi sore pihak rekanan diketahui belum melakukan perbaikan ataupun penambahan volume.

Atas kondisi ini, Lembaga Pemantau Pembangunan Daerah (LPPD) Tulangbawang, merasa sangat terpanggil untuk hadir memantau dan mengawasi proyek rekontruksi jalan tersebut. Sebagai lembaga kontrol sosial, pihaknya punya kewajiban untuk melakukan pengawasan dan kontrol sosial.

Ketua LPPD Tulangbawang, Aliyanto, menerangkan sebagai kontrol sosial, pihaknya merasa terpanggil untuk aktif dalam mengawasi progres pelaksanaan proyek rekontruksi jalan di Kampung Moris Jaya. Lembaga DPRD Komisi III Tulangbawang juga sudah turun melakukan inspeksi mendadak dan pengawasan kontrol secara langsung.

Hasil temuan anggota Komisi III, kata dia, adalah sebagai petunjuk awal, menunjukkan bahwa pihak pelaksana dinilai punya niatan mengurangi volume ketebalan lapisan ruas jalan. Ini tidak boleh dibiarkan. Sebab anggaran yang digunakan adalah uang rakyat, bulan milik perseorangan ataupun milik kelompok tertentu.

“Kami tadi sore turun lapangan. Progres proyek mandek alias berhenti. Kami belum tahu kenapa dan mengapa mandek. Padahal mustinya harus On Progres. Jangan sampai proyek selesai tidak tepat waktu,”terang Aliyanto.

Ia memaparkan, pihak CV. Berdikari Reksa Mandiri tidak melaksanakan progresnya dengan baik, diduga pada STA 1000 ketebalan Base A hanya 19 cm. Pada STA 150 hanya 4 cm, STA 800 sekitar 11 cm, dan STA 440 sekitar 10 cm. Dalam kontrak kerja, ketebalan Base A seharusnya 24 cm.

Sementara itu, berdasarkan dari keterangan pihak Rekanan dari CV. Berdikari Reksa Mandiri, Candra, disejumlah media online, mengaku bahwa pihak rekanan akan melakukan perbaikan ataupun pembenahan dan penambahan volume yang dinilai volume ketebalannya masih kurang.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak rekanan maupun dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Tulangbawang, dan informasi akan terus dikembangkan kembali. (*)

BERSAMBUNG

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *