Ormas Ansor “Absen” Kuras Dana Hibah Pemkab Tulang Bawang
TULANG BAWANG – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Ansor Kabupaten Tulangbawang menegaskan organisasinya itu tidak ikut ikutan menguras anggaran dana hibah dari Pemkab Kabupaten Tulangbawang. Alasannya adalah kondisi keuangan daerah yang sedang dalam “status” efisiensi anggaran tahun 2025.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Ketua Ansor Tulangbawang, Deki Afrian, kepada Korandesa, dalam menyikapi penyerapan dana hibah yang telah direalisasikan kepada sejumlah ormas dan LSM yang ada di Kabupaten Sai Bumi Nengah Nyappur, dalam pesan singkat via ponselnya, Minggu malam, 23 November 2025.
Dalam pesan singkatnya, Deki mengatakan bahwa ormas Ansor lebih memilih absen untuk mengambil atau menyerap dana hibah di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang dalam proses efisiensi anggaran. Ormas Ansor lebih mendukung jika anggaran hibah itu digunakan untuk kepentingan masyarakat.
“Ansor tidak mengajukan dana hibah. Kondisi keuangan daerah sedang efisiensi anggaran. Lebih baik dana itu digunakan untuk kepentingan masyarakat secara skala prioritas,”tegangnya via ponsel pribadinya.
Hal ini berbeda terbalik dengan sikap para ormas lainnya. Mereka telah mencairkan dana hibah dengan nilai anggaran yang bervariasi, antara 10 – 150 juta per ormas pada tahun anggaran 2025. Dana hibah tersebut telah mereka cairkan untuk kegiatan masing – masing. Ada juga ormas lain yang belom mencairkan padahal anggaran tersebut telah disiapkan.
Plt. Kepala BKAD Tulangbawang, Hendra, saat dikonfirmasi media Korandesa, mengaku bahwa pihaknya telah merealisasikan dana hibah tahun 2025 kepada masing – masing ormas yang telah mengajukan usulan penyerapan dana hibah dengan jumlah nilai yang bervariasi. Ada juga ormas dan LSM yang belom mencairkan dana hibah tersebut.
“Ada yang sudah mencairkan dananya.. Dan ada juga yang belum mas. Tergantung usulan dari OPD yang membidangi,”kata Hendra, via ponselnya, tadi, Senin 24 November 2025. (*)

