Inilah Sosok Pengepul “Setoran” Dana BOK Puskesmas APBN Tahun 2024
TULANG BAWANG – Masyarakat Tulangbawang ataupun publik pastinya sangat penasaran dan ingin segera tahu, siapakah sosok pemberani dan punya mental baja itu, yang telah nekat, penuh resiko dan siap menanggung konsekuensi bisa terjerat hukum menjadi pengepul dugaan “setoran” dana BOK Puskesmas
Dia adalah, seorang laki – laki, bapak dari anak – anaknya dan suami dari seorang istri, dan berbahasa logat Jawa. Ia merupakan satu diantara dari ke 20 Kepala Puskesmas lainnya yang ditunjuk menjadi algojo “eksekusi” paket upeti mahal senilai Rp600 juta dari 20 Puskesmas Se Tulangbawang dana BOK APBN Tahun 2024.
“Saat ini dia tidak lagi menjabat Kepala Puskesmas dan sudah pindah tugas. Sekarang sudah non Job. Berkantor di Dinas Kesehatan Tulangbawang,”terang salah satu Kepala Puskesmas.
Ia menerangkan, proses pengumpulan uang itu dengan alasan pinjam uang. Namun terjadi kesalahan atau selip. Jumlah nominal sama dan masuk ke rekening pribadi. Kini sudah banyak pihak yang mulai tahu dan mempermasalahkannya.
Diberitakan sebelumnya, bahwa tradisi setoran yang turun temurun. Adalah kebiasaan buruk yang diduga kerap dilakukan oleh oknum pejabat. Salah satu oknum kepala KUPT Puskesmas di Tulangbawang diduga telah menjadi agen pengepul setoran dana BOK tahun 2024.
Dugaan adanya pengumpulan uang tersebut terungkap pada saat salah satu oknum Kepala Puskesmas membuka, menceritakan, menjelaskan dan menerangkan serta menunjukkan bukti – bukti transferan sejumlah uang kepada salah satu oknum Kepala Puskesmas.
Berdasarkan dari data dan keterangan, satu Puskesmas menyetorkan sebanyak Rp30.000.000. Uang itu dikirim empat kali selama setahun melalui bukti transfer dari Bank Mandiri milik Puskesmas ke Bank BNI milik pengepul atas nama pribadi salah satu kepala puskesmas.
“Total uang yang terkumpul mencapai Rp600.000.000 juta pada tahun 2024. Sebanyak 20 Puskesmas. Cara Transfernya empat kali dalam setahun. Satu kali transfer Rp7.500.000 sebanyak empat kali. Jadi total Rp30 juta satu Puskesmas di kali dua puluh Puskesmas. Totalnya adalah Rp600 juta,”bebernya sambil menunjukkan bukti transferan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tiyuh Tohou, Kepala Puskesmas Penawartama, Kepala Puskesmas Lebuh Dalem, Kepala Puskesmas Rawapitu dan Kepala Puskesmas Tulangbawang 1, kompak satu suara memiliki diam tidak merespon dan menanggapi konfirmasi dari media Korandesa. (*)

