Kakam dan BPK Sidoarjo Kompak “NGOLAH” Hasil Sawit 14 H Aset Kampung ?

Kakam dan BPK Sidoarjo Kompak “NGOLAH” Hasil Sawit 14 H Aset Kampung ?

‎Kakam dan BPK Sidoarjo Kompak “NGOLAH” Hasil Sawit 14 Hektar Aset Kampung ?

‎TULANG BAWANG – Satu persatu persoalan yang ada di Kampung Sidoarjo, Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulangbawang, mulai menguap dan dibongkar. Bocornya permasalahan menjadi daya tarik untuk di telusuri dan ditindak lanjuti hingga tuntas.

‎Berdasarkan informasi dari tokoh masyarakat setempat, salah satu masalah sosial yang terjadi adalah, adanya dugaan praktik bancakan berjamaah pemerintahan kampung soal uang hasil panen buah sawit  sebanyak 14 hektar milik aset kampung yang terjadi bertahun – tahun hingga tahun 2025.

‎Kata sumber resmi, Kampung Sidoarjo punya 14 hektar lahan sawit. Setiap kali panen hasilnya di bagi – bagi kepada aparatur kampung saja. Kepala kampung dan Badan Permusyawaratan Kampung kompak ngolah hasil panen sawit. Itu terjadi selama bertahun – tahun, sebelum tahun 2025.

‎Keterangan yang mengejutkan yakni, hasil panen setiap bulan tandan sawit 14 hektar di tanah aset kampung, itu tidak di masukan ke dalam income / inkam kampung atau tidak masuk dalam APBKamp. Padahal, mustinya masuk dalam APBKamp.

‎Dari hitungan yang ada, hasil panen sawit  dalam sebulan bervariasi, bila buah tandan sawit bagus atau ngagung bisa mencapai  Rp50 – 60 juta perbulan, tapi bila buah tandan sawit kurang bagus atau ngetrek mungkin hanya Rp25 – 30 juta saja setiap bulannya

‎”Hasil panen sawit diambil kepala kampung beserta jajarannya, serta karang taruna, BPK. Untuk kepentingan kelompok mereka saja. Tidak di masukan ke dalam APBKamp sebagai pemasukan kampung,”ulasnya panjang, Rabu 4 Februari 2026.

‎Bancakan hasil panen sawit itu sudah terjadi turun temurun berganti kepala kampung, sebelum tahun 2024. Sedangkan pada tahun 2024 hingga saat ini tidak panen, karena ada program replanting atau peremajaan pohon sawit.

‎”Dana replanting sawit di kelola dan diatur oleh kelompok mereka, masyarakat tidak tahu, itu diurus kepala kampung beserta aparat kampung,”kata dia via WA ponsel milik pribadinya.

‎Sementara itu Kepala Kampung Sidoarjo, Mahmud, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kampung Sidoarjo punya 14 kampleng kebun sawit. Ia menjelaskan, pengelolaan hasil sawit telah berdasarkan kesepakatan bersama Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) setempat.

‎”Iya betul. Hasil panen sawitnya untuk Linmas, PPK dan Masjid. Semua ada dasar – dasarnya tentang hal itu. Sudah di musyawarahkan bersama BPK,”terang Kakam Sidoarjo, Mahmud, via WA ponselnya, Rabu, 4 Februari 2026. (*)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *